Tak Tunggu Hari Kiamat, 3 Dosa ini akan Disegerakan Balasannya di Dunia

246 views

Salah satunya adalah dosa perbuatan zalim. Jangan lakukan tiga kesalahan ini yang akan bikin hidupmu penuh kesengsaraan. Tak hanya di akhirat, inilah 3 dosa yang akan disegerakan balasannya di dunia. Ini dalil dan juga penjelasannya.

Setiap manusia akan ditangguhkan dosa yang diperbuatnya hingga hari kiamat dan perhitungan kelak.

Namun ada tiga dosa besar yang balasannya akan disegerakan kepada Allah SWT selama di dunia.

عَن أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قال : كلُّ ذنوبٍ يؤخِرُ اللهُ منها ما شاءَ إلى يومِ القيامةِ إلَّا البَغيَ، وعقوقَ الوالدَينِ، أو قطيعةَ الرَّحمِ، يُعجِلُ لصاحبِها في الدُّنيا قبلَ المَوتِ

Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam hadist dari Abu Bakar RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap dosa akan di akhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah SWT hingga hari kiamat, kecuali al-baghy (zalim), durhaka kepada orang tua dan memutuskan silaturahim, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput.” (HR Al Hakim, Al Mustadrak No 7345).

Inilah Dosa-dosa yang akan Disegerakan BalasannyaPertama, dosa orang yang berbuat zalim.

Dosa orang zalim akan disegerakan balasannya oleh Allah SWT. Zalim adalah perbuatan seseorang yang melampaui batas dalam melakukan keburukan.

Perbuatan zalim bisa mengotori hati seseorang seperti sombong, dengki, ghibah, fitnah, dusta, dan lainnya. Karena itu zalim termasuk dari dosa besar.

Manusia yang zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa pedih di akhirat. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Quran:

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Asy-Syura: 42)
Kedua, dosa orang yang durhaka pada orang tua.

Durhaka kepada orang tua, biasanya ditunjukkan dengan sikap tidak menghormati serta tidak menyayangi kedua orang tua.

Jika sikap ini dilakukan apalagi secara terus menerus, maka akan mengundang kemurkaan dari Allah SWT. Bahkan bisa berbalas kepada dirinya sendiri, dengan pembangkangan yang dilakukan oleh anak-anaknya.
Oleh sebab itu, sikap ihsan baik dalam ucapan maupun perbuatan adalah suatu kewajiban agama sekaligus merupakan kebutuhan setiap manusia.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah SWT:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِ

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia.” (QS Al-Isra: 23).
Ketiga, dosa orang yang memutuskan silaturahim.

Islam tidak menyukai orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan atau tali silahturahim.

Islam mengancam dan juga mengecam secara tegas orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan. Diriwayatkan dari Abu Muhammad Jubiar bin Muth’im RA, Rasulullah SAW bersabda:

عن أَبي محمد جُبَيْرِ بنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه أَنَّ رسولَ اللَّه ﷺ قَالَ: لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahim).” (HR Bukhari dan Muslim).
Islam begitu tegas terhadap hubungan baik diantara sesama manusia.

Oleh sebab itu, orang yang tidak mau berbuat baik dan justru memutus persaudaraan, diancam keras oleh Islam, yakni tidak akan masuk surga. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang melakukan 3 perbuatan dosa tersebut.
Dan jika pun kita pernah melakukan salah satu atau ketiganya, semoga terbuka hati kita dan segera bertaubat kepada Allah SWT.