Usai Islamkan 1 Desa, Ustadz Ini Dikabarkan Bisa Didenda Rp346 Juta Atau Penjara 3 Tahun

Ustadz Ebit Lew kini tidak lagi dapat melanjutkan misi kemanusiaannya di pulau-pulau Semporna setelah membawa satu penduduk desa memasuki Islam. Diketahui Ustadz Ebit Lew sedang menjalankan misi bantuan kemanusiaan selama 10 hari kedepan ke beberapa wilayah di Negara Bagian di Bawah Angin.

Dalam misi itu, ia menyalurkan bantuan makanan dan berbgai fasilitas. Bahkan Ustadz Ebit Lew ini berhasil membawa satu desa berpenduduk 157 orang suku Bajau Laut di Semporna itu masuk Islam. Berbagai rencana yang sudah ia rencanakan salah satunya membangun sekolah di sana, harus ia urungkan setelah dirinya mendapatkan teguran.

“Saya sedih. Saya minta maaf kepada orang-orang di Kepulauan Semporna tempat saya pindah agama. Saya tidak dapat lagi melanjutkan misi bantuan. Saya menunda niat untuk membangun sekolah. Tadi pagi saya diberitahu bahwa saya tidak diperbolehkan pergi ke pulau-pulau di Semporna. Minta bantuan mampir ke sini,” kata Ebit di laman Facebooknya.

Ebit mengatakan hukuman yang bisa ia terma berupa denda RM 100.000 atau setara dengan Rp. 346 juta atau penjara selama tiga tahun. Ebit juga meminta maaf karena harus menunda pembangunan sekolah yang sudah ia rencanakan. Pada Selasa pagi, Ebit menginformasikan bahwa dirinya ingin mengelola tiga sekolah di wilayah tersebut.

“Saya minta maaf. Saya harus menunda pembangunan sekolah kecil atau pusat pemanfaatan komunitas lokal yang saya rencanakan. Saya sudah membeli kayu bakar. Saya sudah mengumpulkan tujuh guru. Semangat mereka ingin mendidik dan menjadi sumber penghasilan. Saya mohon maaf kepada semua ustaz ustazah. Tolong doakan saya. Pagi ini saya ingin mengelola tiga sekolah yang direncanakan untuk tiga tempat Bajau Laut Gipsi. Masyarakat belum punya negara,” ujarnya.