Berpenghasilan Hanya Rp15.000 Sehari, Janda ini Hidupi Dua Anak dan Ibu yang Buta

Seorang janda dua anak yang tinggal di gubuk di Dusun Tiga Desa Air Hitam, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (06/03/2020). Dia harus menjadi seorang ibu dan juga sekaligus ayah demi menafkahi kedua anaknya dan juga ibunya, Khadisa (80) yang mengalami kebutaan pada kedua matanya sejak 6 tahun lalu.

Asnawati mengaku hanya mampu menafkahi anak dan ibunya yang tidak bisa melihat dengan penghasilannya yang sangat minim sebagai peraut lidi dan upah dari hasil kain tenun. Dari hasil mencari lidi Asnawati berpenghasilan rata rata Rp. 15.000/hari, ditambah hasil tenun kain senilai Rp. 70.000/helai.

Namun untuk mendapatkan uang hasil tenun sebesar Rp. 70.000, Asnawati harus menunggu selama sepuluh hari untuk proses waktu penyelesaian 1 Helai kain yang upahnya senilai Rp. 70.000 Rupiah, meski demikian Asnawati mengaku tidak pernah mengeluh dengan kondisi dan beban hidup yang harus ia pikul.

Asnawati juga mengaku selain mendapatkan uang dari hasil meraut lidi dan menenun kain, ia dan ibunya juga sempat beberapa kali menerima bantuan berbentuk uang dan beras dari orang orang yang prihatin dengan kehidupannya. Ia juga sangat berharap kepada pemerintah Batu Bara agar sudi kiranya membedah rumah gubuk tempat tinggalnya.

Kapolres Batu Bara, AKBP Ikhwan Lubis salah seorang yang mendengar dan merasa prihatin dengan kehidupan Asnawati dan ibunya, meluangkan waktu untuk berkunjung kekediaman Asnawati dan ibunya.

Dalam kunjungannya beliau merasa sangat prihatin dengan kondisi kehidupan janda dua anak tersebut yang senantiasa harus membagi waktunya untuk mencari nafkah, merawat kedua anaknya juga merawat ibunya yang sudah tua tidak bisa melihat.

“Saya tidak mampu membayangkan betapa sulitnya kehidupan yang dirasakan Bu Asnawati, ia hanya seorang wanita yang berstatus janda dan tidak mempunyai pekerjaan tetap, dimana dirinya harus membagi waktu, untuk bekerja, merawat anak, dan juga merawat ibunya yang sudah tidak bisa melihat. Siapa lagi yang akan berbagi dengan mereka kalau bukan kita,” kata Ikhwan dengan mata berkaca-kaca.

Kapolres Batu Bara didampingi Kasat Binmas dan Paur Humas Polres Batu Bara bersama Kepala Desa Air Hitam, memberikan bantuan berupa paket sembako dan uang tali asih kepada Asnawati dan ibunya.

Ikhwan juga berjanji dalam waktu dekat akan memperbaiki rumah tenun yang sudah usang milik Asnawati dengan bangunan yang lebih maksimal sehingga ia dapat bekerja sekalipun dalam kondisi hujan

sumber : palingseru.com