Sempat Kembali Lagi ke Rumah Setelah Pamit akan Berlayar, Denny Richi Gugur Bersama KRI Nanggala-402 dan Tinggalkan Istri yang Hamil 8 Bulan

Gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 menjadi duka mendalam tak hanya bagi keluarga tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan 53 prajuritnya gugur dalam tugas pada Minggu (25/4/2021) setelah Sabtu (24/4/2021) kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam.

Sebelumnya, KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021). Awalnya, KRI Nanggala-402 berangkat memulai latihan pada pukul 02.30 waktu setempat. Pada pukul 03.00, KRI Nanggala-402 diizinkan untuk menyelam pada kedalaman 13 meter untuk mempersiapkan tembakan torpedo.

Setelah dinyatakan hilang kontak, pada pukul 06.46, status KRI Nanggala dinyatakan menjadi submiss dan mulai dilakukan proses pencarian. Berbagai bantuan datang baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk mencari keberadaan KRI Nanggala-402. Hingga saat kapal dinyatakan tenggelam, pemerintah terus mengupayakan melakukan pengangkatan dan evakuasi baik badan kapal maupun awak kapal yang berlayar bersama KRI Nanggala-402.

Salah satu awak kapal yang menjadi korban ialah Navy Denny Richi Sambudi. Navy Denny Richi Sambudi menjadi salah satu dalam daftar manifes awak kapal yang dinyatakan gugur. Di balik kepergian Denny Richi, ternyata ia meninggalkan istri yang sedang hamil 8 bulan. Hal tersebut disampaikan oleh keluarga saat dimintai keterangan.

Mengutip dari YouTube iNews, Denny Richi sudah bertugas di KRI Nanggala-402 sejak 2014 sebagai operator sonar 3. Diketahui, ia baru menikah satu tahun dengan istrinya yang tengah hamil 8 bulan. Denny Richi dikenal sebagai sosok yang baik dan pendiam. “Keluarga sangat sedih dan berduka. Sehari-hari, Denny dikenal sebagai pemuda yang sangat baik dan pendiam,” tutur Harmoko, paman Denny Richi, mengutip dari YouTube iNews, Senin (26/4/2021).

Menurut keterangan paman dari Denny Richi, sang keponakan sempat memperlihatkan gelagat aneh sebelum berlayar bersama KRI Nanggala-402, Rabu lalu. Denny dinilai gelisah saat pamit pada sang istri untuk bertugas ke Perairan Bali. “Kayaknya tuh anaknya gelisah. Kayaknya enaknya gini, sering keluar masuk rumah. “Bahkan pamitan kemana, tapi gak berselang lama, kembali lagi ke rumah,” ujar Harmoko.

Terpukul menghadapi kenyataan harus kehilangan sang suami, istri Navy Denny Richi Sambudi tak kuasa menahan tangis pilu. Ia berharap suaminya bisa ditemukan, meski hanya jasadnya saja. “Saya harap seluruh awak KRI Nanggala bisa dievakuasi dari kedalaman laut. Meski cuma jasad,” tuturnya.

sumber : grid.id