Suara Hati Anak ABK KRI Nanggala-402: Papa, Rara Bakal Kuat demi Mama dan Adik, Rara bakal jaga Mama sama Adek

Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 membawa duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia, terutama bagi keluarga ABK yang ditinggalkan. Aura Aulia (18), putri dari salah satu ABK KRI Nanggala-402, Letda Munawir, bercerita kepada kumparan, usai kapal selam yang membawa sang ayah dinyatakan tenggelam di kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut dan seluruh ABK gugur.

Rara, panggilan akrab Aura Aulia, mendapat kabar duka soal kapal selam yang hilang kontak itu dari orang tua temannya Rabu, 21 April 2021 sekitar pukul 18.30 WIB. Dia lalu mencari informasi melalui media sosial dan ternyata kabar itu benar.

“Rasanya seperti keruntuhan sampai benar-benar enggak bisa napas, syok nggak nyangka bakalan hilang kontak,” tuturnya, Kamis (29/4). Menurut Rara, ayahnya yang sebelumnya bertugas di KRI Cakra 401 tersebut kerap ditugaskan komandan untuk memesankan karangan bunga untuk dikirimkan kepada anggota TNI yang meninggal dunia.

“Saat menerima karangan bunga di rumah itu rasanya tidak menyangka bakal dapat karangan bunga tentang gugurnya Papa. [Padahal] Papa yang biasanya disuruh komandan untuk memesan bunga kalau ada anggota TNI yang meninggal,” tuturnya.

Almarhum dan keluarga tinggal di Surabaya. Sehari sebelum peristiwa tersebut, Rara sempat menghabiskan waktu bersama dengan ayahnya berkeliling kota menggunakan motor. Di momen itu, sang ayah memberikannya motivasi dan dukungan kepada Rara untuk melanjutkan jejaknya menjadi taruni di Akademi Angkatan Laut.

“Di hari itu, kita jalan-jalan sebentar naik motor. Dan di motor Papa saya menasihati saya agar saya semangat dan rajin latihan fisik untuk pendaftaran taruni AAL,” ujarnya. Rara memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Sekarang, ia mulai kembali menyibukkan diri dengan serangkaian latihan fisik untuk mewujudkan harapan terakhir sang ayah.

“Saya sedang menyibukkan diri dengan latihan fisik untuk mengikuti pendaftaran taruni AAL agar saya tidak semakin terpuruk dalam kesedihan,” ungkapnya.Tak sedikit doa dan dukungan Rara dan keluarga terima dari masyarakat yang dikirimkan lewat berbagai kanal media sosial. Rara mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan di masa tersulit ini.

Kini, ia berharap dapat menjadi penguat keluarganya. Menjaga ibunya, satu-satunya orang tua yang dia miliki, menjadi kakak dari adik yang masih berusia 11 tahun, dan berupaya melanjutkan jejak terakhir ayahnya sebagai patriot AL.

“Pa, Rara bakal kuat demi Mama sama Adek. Rara bakal jaga Mama sama Adek. Rara bakal berjuang demi keinginan terakhir Papa yang mau Rara masuk AAL,” tutupnya.

sumber : kumparan.com