Mimpi Ganjil Serda Setyo Sebelum Injak Kaki di KRI Nanggala-4-02, Dirangkul Almarhum Ayah, Nangis: Hilang

Serda Setyo satu di antara awak KRI Nanggala 402 yang tenggelam di Laut Utara Bali, Rabu (21/4/2021) ternyata mengalami mimpi ganjil. Mimpi ganjil tersebut seolah seperti firasat. Sang ibu bercerita sebelum Serda Setyo gugur di KRI Nanggala 402, ternyata bermimpi ayahnya.

Dalam mimpi tersebut Serda Setyo dirangkul almarhum ayahnya. Semua terjadi tepat sebelum Serda Setyo menginjakkan kaki di atas KRI Nanggala 402. Wiji (60), ibu dari almarhum Serda Setyo pun mengungkapkan cerita tersebut seperti dikutip TribunJatim.com dari TribunJateng.com. Momen itu merekam Wiji sedang mengobrol dengan Bupati Blora Arief Rohman berikut wakilnya Tri Yuli Setyowati. Keduanya hadir menemui orangtua Serda Setyo Wawan.

Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi dan Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama berikut pimpinan DPRD juga turut bertandang menemui orangtua prajurit gugur di Kelurahan Balun, Cepu, Blora, Selasa (27/4/2021). Dalam kesempatan mengobrol, Wiji ibu dari Serda Setyo mengutarakan firasat.

Dirinya memang tak mendapat firasat apapun terkait tragedi dan nasib anaknya. Namun, rupanya ada mimpi ganjil yang sempat dirasakan oleh Serda Setyo. Semua terjadi tepat sebelum sang prajurit menginjakkan kaki di kapal KRI Nanggala 402. Sebelum berangkat anaknya tersebut pamit dan bercerita kalau didatangi almarhum bapaknya.

“Sabtu (17/4/2021) sebelum berangkat tugas pulang pamit saya pamitnya cuma berangkat gitu, waktu dia mau berangkat itu menyampaikan kalau dia tadi malam mimpi ketemu bapaknya yang telah meninggal, dia dirangkul sambil nangis, terus bapak menghilang,” ujarnya.

Hingga saat ini pihak keluarga masih menunggu kabar terbaru dari lokasi pencarian hilanggnya KRI Nanggala 402.
Istri Serda Lutfi Juru Masak KRI Nanggala 402 Mencoba Tabah, Kenang Pamitan Terakhir: Saya Ikhlaskan
Serda Ttu Lutfi Anang gugur bersama 53 orang kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan laut sisi utara Pulau Bali pada Rabu (21/4/2021) kemarin.

Anggota TNI AL asal Jayapura itu bertugas sebagai Juru Masak 2 dalam kapal selam berjuluk ‘Monster Bawah Laut’. Istri Serda Ttu Lutfi Anang, Dwi Ratnasari mengungkapkan, dirinya tak mendapati adanya suatu firasat atau perangai aneh dari sang suami sebelum berangkat menuju pelayaran terakhirnya. Sebelum berangkat berlayar pada Senin (19/4/2021) kemarin, suaminya itu memang menyempatkan berpamitan dengan dirinya, sekaligus meminta doa agar perjalanan dinasnya berjalan lancar dan selamat.

Namun hal itu, bagi Dwi, merupakan perilaku lazim yang ditunjukkan suaminya setiap hendak menjalankan tugas.
Sehingga, bagi dia tidak ada sebuah keanehan yang bisa disimpulkan sebagai petanda atau firasat kepergian suaminya menuju Sang Khalik. “Saya juga enggak punya pikiran apa-apa gitu. Kalau bagi kami sudah biasa dipamiti seperti itu, karena pekerjaan mereka beresiko, makanya minta doa,” katanya saat ditemui TribunJatim.com, di Perumahan Babadan Asri No 17, Krian, Sidoarjo, Rabu (28/4/2021).

Dwi mengaku terpukul dengan kenyataan itu. Hanya saja, ia mencoba untuk tabah dan sabar, seraya mencoba untuk legawa dengan kepergian suaminya itu. Bagi dia, ini semua sudah menjadi jalan takdir yang digariskan Tuhan, dan hanya dengan mengikhlaskan semua ini, menjadi bekal terpenting untuk tetap menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. “Kalau saya, memang sudah takdirnya. Mau gimana lagi, mau ditolak sudah jalannya seperti itu.”
“Yang penting minta terbaik. Daripada kita enggak ikhlas, ya kita sendiri yang jalani beban hidup.

Saya sudah ikhlaskan. InsyaAllah pasti ada jalan,” pungkasnya. Sekadar diketahui, empat hari pascadikabarkan hilang dan dalam target operasi pencarian, Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan laut sis utara Pulau Bali, pada Sabtu (24/4/2021), statusnya telah dinaikkan yang sebelumnya disebut submiss (hilang kontak), kini menjadi subsunk (tenggelam). Penetapan status kapal selam KRI Nanggala 402 menjadi tenggelam dilakukan setelah TNI menemukan sejumlah bukti autentik.

Berdasarkan bukti autentik yang ditemukan itu, memberi isyarat posisi KRI Nanggala 402 dalam posisi tenggelam.
Antara lain pelusur tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye yang biasa digunakan sebagai pelumas periskop kapal selam.

Ada juga bukti lain, yakni sajadah untuk salat dan spon untuk menahan panas pada presroom. Dua perlengkapan itu biasa digunakan oleh kru KRI Nanggala 402.

Sumber Artikel: TRIBUNNEWS.COM