Kisah Romantis Pria 91 Tahun Menabung 30 Tahun Demi Berhaji Dengan Istri

336 views

Ibadah haji jadi idaman masing – masing muslim. Nir pandang kaya ataupun miskin, tua ataupun belia. Tetapi, buat mewujudkannya diperlukan keinginan yang kokoh. Saat terdapat keinginan, seluruhnya seakan dimudahkan oleh ilahi. Juga dengan ahmadi, pensiunan berumur 91 tahun, yg ketika ini menjabat bagaikan penjaga makam. Semenjak puluhan tahun silam, laki – laki sepuh berasal desa gumelar lor kecamatan tambak kabupaten banyumas, jawa tengah ini bermimpi menunaikan ibadah haji.

Keadaan ekonomi ahmadi yang serba – serbi pas – pasan nir menyurutkan hasrat ahmadi untuk berangkat haji dengan istri tercinta, sartoyah. hingga, sejak 20 tahun silam, kakek yang memiliki 11 anak dan jua 21 cucu ini jua membulatkan tekad. Beliau menabung sedikit-sedikit buat menggapai cita – citanya beribadah haji.

Sementara itu, apabila menyelidiki kesehariannya, keluarga ahmadi cuma bisa hidup seadanya. Tidak hanya melindungi makam, ahmadi cuma menggarap sebidang kebun yagng ditanaminya dengan sayur dan jua ubi. Dari pemasukan nir menentu ini lah, ahmadi masing – masing terdapat rejeki, senantiasa menyisihkan buat ditabung. Pendek cerita, dia juga mendaftar haji pada tahun 2011.

saat itu, beliau pribadi terpanggil berangkat lewat acara akselerasi, karna umurnya yg benar telah 84 tahun. Namun, warnanya, tidak dengan istrinya, sartoyah. Sartoyah, masih wajib menunggu pada tahun 2011 itu. Ahmadi cuma terpanggil berangkat haji sendirian tanpa istrinya. Kerasa sayangnya pada istri membikin ahmadi enggan berangkat tahun 2011. Beliau rela menunggu sampai istrinya menemukan rencana dalam 2018 ini.

” ya nir wajib ingin berangkat haji sendirian, ” tukas ahmadi, sabtu, 28 juli 2018. Kesimpulannya, yang ditunggu jua tiba. Ahmadi dan juga sartoyah masuk catatan pemberangkatan haji tahun 2018 ini. Kepastian agenda itu membikin ahmadi meningkat antusias.Warnanya umur ahmadi yg sudah lebih berdasarkan 90 tahun buatnya poly dikhawatirkan orang. Dia jadi galat satu calon jemaah haji tertua, di indonesia.

Namun, melihatnya beraktifitas, kekhawatiran itu seakan luruh. Dalam umurnya yang sudah 91 tahun, beliau nampak cekatan. Olah raga pagi & jua sore, senantiasa dikerjakannya seiring dengan aktivitas ke kebun yg berjarak satu km berdasarkan tempat tinggal. Di kebun, ahmadi mensterilkan rumput, menyiram flora, dan memanen sayur & juga cabe. Cabe itu dijualnya ke pasar. Menurut kebun ini lah, sedikit demi sedikit, beliau mengumpulkan tabungan buat berangkat haji. ya gimana triknya lah. Demi penuhi panggilan allah, ” beliau menuturkan, menggunakan bahasa panginyongan alias banyumasan.

wangsit kekokohan asa haji ahmadi buat muslim lainnya – kegiatan yang buatnya senantiasa gesit pada umur sepuh ini jua sinambung dengan mensterilkan makam, yg jua lingkungan makam pensiunan. Dia mencabut rumput, menghilangkan dedauan yang berserak, ataupun membabat semak yg mengotori zona makam.

Camat tambak, dwi irawan sukma berharap embarkasi haji ahmadi dan juga sartoyah dapat menginspirasi kaluarga yg lain. Dalam semua keterbatasan, tampaknya, ahmadi & juga istri tercintanya, dapat berangkat haji yang buat sebagian dinilai berbiaya akbar. Ahmadi dikenal telah pernah terpanggil berangkat haji dalam 2011 & juga tahun setelahnya, sampai 3 kali. Tetapi, ahmadi enggan berangkat sendirian.

Dia senantiasa menunggu istri tercintanya sartoyah, agar bisa berangkat haji beserta – sama, hingga kesimpulannya, agenda embarkasi haji istrinya tiba pada 2018 ini. ” demi kecintaannya kepada istri, mbah ahmadi enggan berangkat sendirian, ” ucap dwi irawan.

Ahmadi tergabung dalam gerombolan terbang (kloter) 91. Rencananya, ahmadi & pula sartoyah berangkat ke tanah suci lewat embarkasi solo pada 13 agutus 2018 nanti. ” gampang – mudahan mbah ahmadi jadi haji yang mabrur. Waras, slamet, sampai kepulangannya besok, ” kata dwi, berdoa.

Sumber artikel : liputan6.com