Pembelaan Emak-Emak yang Mem4k1 dan Meng4nc4m Kurir saat COD

564 views

Viral video emak-emak mema-ki dan mengan-cam seorang kurir. Kekecewaannya lantaran barang datang dianggap tak sesuai pesanan. Kekesalan pun dilampiaskan ke kurir yang hanya mengantar paket.

Sikap kasar ditunjukkan ibu-ibu tersebut masih hangat diperbincangkan publik. Peristiwa itu kabarnya terjadi di Kelurahan Kedoya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di lain sisi, wanita berbaju merah ikut mema-ki kurir. Ia melakukan pembelaan dan mengaku sudah meminta maaf. Berikut ulasannya.

Seorang ibu mema-ki bahkan mengan-cam seorang kurir ekspedisi Ninja Express. Lantaran barang yang dipesannya tak sesuai. Ibu itu membongkar paksa paketnya di hadapan sang kurir. Tak henti-hentinya ia melontarkan kata-kata kasar. Sementara wanita berbaju merah di samping, masih sibuk merekam dan ikut menimpali kurir dengan ma-kian.

“Tanggung jawab. Kalau ini sobek, elu yang gue in-jak. Kalau ini sobek, elu yang kuma-tiin,” ujar ibu itu. “Kok ibu ngatain saya dari tadi? Ya sudah dirapiin saja bu,” papar kurir. “Untung gue pinter, jadi gue enggak jadi kena tipu. Makanya gue buka,” tegasnya lagi. “Matalu buta atau gimana, enggak lihat itu lagi dirapiin,” timpal wanita berbaju merah.

Pembelaan atas Kasus Video Viral – Setelah mencuatnya kasus makian dan ancaman tersebut, dikabarkan bahwa yang bersangkutan mulai menutup diri. Sejumlah unggahannya di laman Instagram akun pribadinya segera diarsipkan. “Akun akan diprivat. Mohon jangan hu-jat saya terus,” tulisnya dalam keterangan.

Sementara itu dalam keterangan yang disampaikannya di instastory, wanita berbaju merah menyampaikan pembelaan dan permohonan maaf.

“Sebelum video yang sekarang viral sebenarnya ada kejadian yang membuat saya marah. Namun saya akan tetap minta maaf ke mas kurir. Sekaligus menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan 🙏 Terima kasih atas segala perhatiannya,” tulisnya dalam keterangan.

Mengabaikan Hujatan Netizen – Tak sedikit warganet yang masih ramai di kolom komentar akun pribadi Ririn Sundari. Banyak di antara mereka yang menunggu klarifikasi dan permohonan maaf tulus.

“Percuma kalian menghu-jat, ibu saya tidak pegang HP. Apalagi membaca DM dan komentar kalian, Kami hanya bisa memohon maaf jika banyak pihak yang merasa dirugikan,” terangnya.

sumber : merdeka.com