Kudus di Tengah Amuk Corona: Ribuan Orang Diungsikan, Zona Merah Meluas

262 views

Kabupaten Kudus menjadi daerah penyebaran virus Corona atau COVID-19 tertinggi di Jawa Tengah. Lantas bagaimana perkembangan kondisi terkini di daerah kawasan industri tersebut? Pemkab memperpanjang imbauan warga di rumah saja sampai Rabu 9 Juni 2021.

Sebelumnya imbauan tersebut hanya Sabtu dan Minggu 5-6 Juni 2021. Perpanjangan imbauan tersebut guna memutus penyebaran virus Corona di Kudus. Namun demikian pada Senin (7/6) sejumlah tempat keramaian di Kudus masih saja didatangi warga. Seperti pasar, warung makan, dan mal. Terlihat warga masih beraktivitas di luar rumah.

Untuk membantu penanganan penyebaran Corona di Kudus, telah dikirim sebanyak 120 tenaga kesehatan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan para nakes yang dikirim itu terdiri dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, ahli gizi, dan yang terbaru adalah analisa kesehatan.

Tidak hanya itu, pemerintah Jawa Tengah telah membentuk tim khusus untuk menangani amukan virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Kudus. Tim ini disebut akan berkantor di Kudus.

“Pemprov turunkan tim khusus dan saya minta ngantor di Kudus,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melalui akun twitter miliknya @ganjarpranowo, Senin (7/6/2021).

Di tengah lonjakan Corona di Kudus, ditemukan sejumlah sampah plastik hingga sampah medis berserakan di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Simpang Tujuh Kudus. Parahnya ada alat tes antigen COVID-19 maupun alat suntik yang juga dibuang sembarangan.

Kondisi Corona Kudus telah menyebar. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar menyebut 8 daerah zona merah saat ini yaitu: Kudus, Jepara, Pati, Demak, Grobogan, Sragen, Brebes, dan Tegal.

“Yang Brebes itu sudah nularin Kabupaten Tegal, terus kemudian yang Kudus ternyata merembet juga. Yang Kudus ini merembetnya satu kelompok, jadi nampaknya kok terkonfirmasi ya, Jepara, Pati Demak, Grobogan, sampai ke Sragen,” kata Ganjar di kantornya, Semarang, Senin (7/6).

Bahkan temuan klaster penularan virus Corona di Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, dari pelacakan Satgas COVID-19 setempat, warga yang sakit ternyata pulang dari Kabupaten Kudus.

“Di Tijayan itu pulang dari Kudus. Jadi tidak tahu ada keperluan apa tokoh masyarakat itu di Kudus, pulang dari Kudus sudah sakit,” jelas Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Roekmito pada wartawan di Pemkab Klaten, Senin (7/6).

Sedangkan ribuan warga pasien Corona dari Kudus secara bergelombang telah dikirim ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, untuk menjalani isolasi..

“Terakhir malam ini 124 pasien,” kata Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond kepada detikcom, Senin (7/).

sumber : detik.com