Lahir dengan Kondisi Fisik Tak Biasa, Anak Kecil di India ini Justru Dipuja karena Dianggap Sebagai Titisan Dewa Ganesha

India merupakan salah satu negara yang sangat mengagungkan keberadaan Dewa. Karena kepercayaan masyarakat yang kuat, anak India ini dianggap sebagai titisan Dewa Ganesha.

Rupanya hal ini dipicu dari penampilan sang bocah yang terlahir dengan kondisi fisik berbeda dari anak-anak lain. Bocah itu bernama Prashu.

Ia diketahui mengalami kelainan fisik dengan bentuk dahi membesar, mata menyipit, serta hanya bisa berjalan merangkak. Namun karena kelainan fisik yang dialaminya, Prashu justru dipuja karena masyarakat India percaya bila ia merupakan titisan Dewa Ganesha.

Kisah tentang Prashu diwartakan oleh Daily Express pada 2016 silam. Saat itu sedang ramai-ramainya Prashu disembah dan dianggap sebagai titisan dewa.

Pada hari tertentu, Prashu pergi ke sebuah kuil untuk bertemu di dengan orang-orang dari luar wilayah yang memujanya.

Hal itu dilakukan karena sang ayah tak mau membiarkan para penyembah Prashu masuk ke dalam rumahnya karena jumlahnya kian meninggkat.

Mereka yakin bahwa Prashu adalah titisan dewa Ganesha, dewa yang memiliki kepala gajah dan bertubuh manusia. Kisah Bocah India yang Dipercaya sebagai Titisan Dewa Ganesha karena Mengalami Kelainan FisikNoisebreak.com

Ia adalah dewa sang sakral dan dihormati, dan dikenal sebagai penghapus semua rintangan. Orang-orang berdoa kepadanya ketika akan memulai bisnis baru.

Ketika orang-orang bertemu dengan Pranshu muda, mereka terkesan dan kagum pada penampilannya yang berbeda itu.

Ketika ditanya tentang kondisinya, Pranshu berkata, “Kepala dan mata saya berukuran besar, saya terlihat seperti Ganesh Ji dan orang-orang mendatangi saya dan saya memberkati mereka.”

Bahkan ayah Parshu juga memanggilnya dengan nama Ganesha karena rasa hormat pada Sang Dewa.

Ayahnya juga mengatakan ketika Prashu sedang berada di luar rumah orang-orang akan datang kepadanya dan berkata, “Salam, Tuan Ganesha.” Mereka berharap mendapatkan berkahnya.

Prashu sendiri berasal dari keluarga miskin. Ayahnya, seorang buruh serabutan, berpenghasilan kurang dari Rp78 ribu per hari.

Pranshu memiliki empat saudara kandung, termasuk kakak laki-laki yang memiliki kondisi medis yang sama.

“Putra sulung saya juga memiliki kondisi yang sama tetapi dia bisa berjalan dengan baik seperti Pranhu,” ujar Kamlesh, si ayah.

Pranshu dibawa ke dokter setempat setahun setelah kelahirannya, tapi dokter tak sanggup menggobatinya.

“Para dokter gagal menyembuhkannya. Mereka bilang itu karena polusi,” tambah sang ayah.

sumber : grid.id