Teman Kuliah dr. Lois Owien Beri Pengakuan Mengejutkan: Beliau Suspek ODGJ, Awalnya Kami Resah

Kini nama dr. Lois Owien tengah ramai dibicarakan. Bagaimana tidak, dr. Lois Owien dengan tegas mengaku jika ia tidak percaya dengan adanya Covid-19. Status dr. Lois Owien sempat disebut sebagai suspek ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa.

Hal ini diungkapkan oleh rekan kuliah dr. Lois Owien, Steven Indra Wibowo lewat akun Instagramnya.¬†Steven Indra Wibowo adalah teman kuliah satu angkatan dengan dr. Lois Owien di Fakultas Kedokteran atau FK UKI tahun 1996. Menurutnya, dr. Lois mengalami masalah, sayangnya teman-teman FK UKI tak bisa membantu banyak seperti diberitakan PR Bogor sebelumnya dalam artikel berjudul Cerita Alumni FK UKI soal dr. Lois Owien yang Dikabarkan ODGJ, ‘Dulu Baik-baik Aja, Anaknya Cerdas’.

Pernyataan dr. Lois Owien soal Covid-19 menjadi kontroversi sebab dirinya menilai pasien Covid-19 yang meninggal bukan karena virus corona, melainkan karena interaksi antar obat.

Seiring dengan viralnya aksi dr. Lois Owien hingga disorot oleh Ikatan Dokter Indonsia (IDI), Steven menceritakan bagaimana sosok dr. Lois Owien selama menempuh pendidikan di FK UKI.

Dia bercerita bahwa dr. Lois Owien adalah mahasiswa cerdas, ramah, dan baik. dr. Lois Owien juga dinilai sebagao orang yang menyenangkan.

“Saya alumni FK UKI angakatan 96. Sekelas dengan beliau. Dulu baik2 aja dan termasuk anak yang cerdas, baik, ramah, rame, pokoknya memang teman yang menyenangkan,” kata dia sebagaimana dikutip bogor.pikiran-rakyat.com, Senin, 12 Juli 2021.

Kemudian, dr. Lois Owien melakukan praktek estetika di luar Pulau Jawa. Dia juga menempuh kursus antiaging di Malaysia.

“Namun jalan hidup orang kan ga ada yg tau. Apa yg dia alami diperjalanan hidup dan yang dia rasakan hanya dia yg tau. Sampai ada masalah pun kami rekan angkatan berusaha membantu cari jalan keluar. Namun mentok, sampai beliau suspeck ODGJ,” kata dia.

Rekan seangkatan dr. Lois Owien mengaku membantu sang dokter, tetapi mereka akhirnya menyerahkan pada pihak keluarga.

“Awalnya kami resah dan ada sebagian yg malu, ada sebagian yang memaklumi. Tapi akhirnya kami semua sepakat bahwa kami sebagai rekannya tidak perlu malu, karna sebagai suspect ODGJ kemungkinan apa yang beliau lakukan bukan dari keinginan beliau,” ucap dia.

sumber : pikiran-rakyat.com