Viral Cerita Sukses Tukang Bubur Ayam Mirip Mat Solar Bermodal Rp500 Ribu

258 views

Terjadinya wajah mirip biasanya karena adanya hubungan saudara atau ikatan darah. Seperti anak mirip dengan orangtuanya, atau adik mirip sama kakaknya. Namun ada beberapa orang yang mempunyai wajah yang mirip padahal tidak ada hubungan darah sama sekali. Seperti halnya sosok penjual bubur yang satu ini.

Belum lama ini, sebuah video yang diunggah oleh akun Youtube Kawan Dapur membagikan potret seorang tukang bubur ayam yang memiliki wajah sangat mirip dengan Mat Solar. Bagi sebagian besar orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan pemeran sinetron terkenal Tukang Bubur Naik Haji, Mat Solar.

Sosok Mat Solar begitu lekat dengan karakter Haji Sulam yang diperankannya dalam sinetron tersebut. Nah, ternyata tukang bubur ayam di bilangan Jakarta Pusat bernama Fikri ini memiliki wajah sangat mirip dengan Mat Solar.

Tidak hanya mirip wajah, pria asal Bumiayu, Jawa Tengah, juga memiliki wajah senyum yang sama dengan pemeran Haji Sulam dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji tersebut.

” Ngomong-ngomong mirip sama yang main Tukang Bubur Naik Haji ya? Siapa itu namanya?,” kata perekam video. ” Iya Haji Sulam. Mat Solar. Nah kaya gini mirip Haji Sulam pakai handuk (pas jualan),” jawab Fikri sambil memeragakan aksinya.

Sadar ada kemiripan dengan Mat Solar, Fikri bahkan sengaja memberi nama gerobak jualannya dengan nama ‘Bubur Ayam Bajuri’. Bajuri sendiri merupakan salah satu karakter dalam sitkom yang juga pernah diperankan oleh Mat Solar.

Fikri mengaku dia mulai berjualan bubur ayam sejak tahun 2017. Awalnya, dia datang ke Ibukota untuk mengadu nasib dan bekerja sebagai petugas kebersihan di Taman Impian Jaya Ancol.

Namun setelah beberapa tahun bekerja di sana, dia kemudian memilih untuk berhenti dan memutuskan memulai karier sebagai tukang bubur ayam. Dengan modal awal sekitar Rp500 ribu, Fikri mulai berjualan bubur ayam seorang diri.

Namun, jika kita biasanya menemukan tukang bubur ayam pada saat pagi hari, Fikri malah sengaja berjualan waktu sore hingga malam hari.

” Kalau jualan sore itu kan kadang orang sekarang enggak pagi enggak sore (suka bubur). Kalau pagi kan emang kadang buat sarapan tapi kalau sore-sore itu buat cewek-cewek yang pengin diet,” kata Fikri.

” Biar apa, biar enggak terlalu gemuk. Terus sebelahnya kan rumah sakit jadinya kan makan sore bubur ayam bagus,” tambahnya.

Fikri mengaku sudah tiga tahun lebih berjualan bubur ayam. Kini omzet penjualannya semakin meningkat. Setiap harinya bisa menjual kurang lebih lima kilogram bubur.

Dalam video tersebut, Fikri juga berharap agar dirinya suatu saat bisa membuka cabang bubur ayam miliknya di daerah asal.

” Minta doanya mas biar bisa buka cabang di daerah biar bisa kumpul keluarga,” pungkasnya.

Sumber: Brilio