ART Krisdayanti Meninggal Dunia Saat Isolasi Mandiri, Sempat Dilarang Keluar Membeli Makanan

Kabar duka menghampiri penyanyi dan politikus Tanah Air, Krisdayanti. Setelah kabar ayah Krisdayanti yang meninggal dunia, kini Asisten Rumah Tangga (ART) istri Raul Lemos yang mengalami nasib yang sama. Krisdayanti bahkan menyesali apa yang terjadi pada ART-nya tersebut.

Diungkapkannya, ART tersebut menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani isolasi mandiri. Rupanya ART Krisdayanti terpapar Covid-19, seperti dilansir dari TribunnewsBogor.com dengan judul Krisdayanti Berduka, Satu ART Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri, Ibunda Aurel Sesali Ini

Namun ia memilih untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Krisdayanti pun menceritakan kronologi ART-nya meninggal dunia. Penyebabnya sungguh memilukan. Bahkan istri Raul Lemos ini sampai menyesalkan penyebab yang membuat ART-nya meninggal.

Krisdayanti juga meluapkan uneg-unegnya seputar hal-hal yang harus diperhatikan ketika melakukan isolasi mandiri. Asisten rumah tangga Krisdayanti termasuk satu dari 2.313 pasien kasus corona meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Data ini dihimpun LaporCovid-19 dari 16 provinsi dan 78 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Nyawa mereka tak tertolong karena rumah sakit penuh. Hal tersebut diperparah dengan minimnya tim kesehatan yang memantau para pasien tersebut.

Terkait hal itu, Krisdayanti mengungkap kejadian serupa pernah terjadi kepada orang di lingkungan terdekatnya yakni staf rumah tangganya. KD, sapaan akrab Krisdayanti, mengatakan seorang asisten rumah tangganya meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri ( isoman). “Ini memang juga saya alami ketika beberapa staf rumah tangga saya juga saya ungsikan untuk isolasi mandiri.

Tiga alhamdulillah sudah dalam pemulihan, dan satu posisinya meninggal,” ujar KD ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (23/7/2021).

Pelantun tembang ‘Menghitung Hari’ itu menilai keterbukaan pasien Covid-19 yang menjalani isoman juga sangat penting di tengah pandemi. Menurutnya dengan keterbukaan, maka pasien Covid-19 akan lebih mudah menjalani isoman. Sebab perhatian dari lingkungan sekitar dapat tersalurkan dengan komunikasi yang baik.

“Artinya memang harus ada keterbukaan juga sih ya dari pasien isoman ini untuk bisa menyampaikan kondisi mereka ke warga sekitar atau Ketua RT. Itu misalkan lingkup yang terkecil aja,” kata dia. “Supaya ada gerakan modal sosial gotong royong untuk bisa memberikan pengamanan lingkungan sekitar,

artinya kalau mau supply makanan ya bisa digantung di pagar rumahnya,” imbuh ibunda Aurel. Perempuan kelahiran Batu, Jawa Timur, tersebut menilai keterbukaan pasien sangatlah penting.

Sebab telemedicine yang tengah digaungkan pemerintah untuk mempermudah perawatan bagi pasien isoman belum tentu bisa diakses semua orang. “Bagaimana misalnya kalau pasien isoman yang memang tidak memiliki gadget atau tidak bisa mengakses aplikasi tersebut?

Nah karena itulah (perlunya) keterbukaan dari pasien isoman ini supaya bisa melakukan komunikasi terbuka kepada para pemimpin di lingkungannya. Supaya ada perhatian, baik itu supply makanan maupun vitamin,” kata KD.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap kejadian dan angka kematian pasien isoman tak bertambah lagi ke depannya. KD juga meminta semua pihak belajar dari pengalaman ini.

Apalagi asisten rumah tangganya juga harus kehilangan nyawa karena kurangnya keterbukaan dengan lingkungan sekitar. Maka dari itu, Krisdayanti mengaku menyesal dengan tingkah warga yang melarang ART nya keluar rumah untuk sekedar beli makanan.

“Memang kemarin itu dari staf rumah tangga saya sendiri terpaksa harus kehilangan nyawa karena dia tidak diberikan izin warga keluar untuk membeli makanan,” cerita KD.

“Karena mungkin dari pasien isoman sendiri tak terbuka atau seharusnya memang ada stiker atau announcement bahwa memang yang tinggal dirumah ini perlu mendapat perhatian karena sedang isoman.

Jadi bisa melakukan hal preventif lah untuk mendapatkan perhatian agar pasien isoman ini bisa tetap terpantau,” pungkasnya.

sumber : tribunnews.com