Inilah Sosok Reza, Miliki Suara Mirip Nike Ardilla Ayahnya Hanya Bekerja Sebagai petani dan Ibunya Jualan Bakso

Reza (19), gadis viral miliki suara mirip mendiang Nike Ardilla. Ia tinggal di pedalaman Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Tepatnya di Dusun Bonto Tinggi, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Reza viral di sosial media saat menyanyikan lagu Seberkas Sinar yang dipopulerkan penyanyi kenamaan tana air, almarhum Nike Ardila. Suara Reza yag mirip mendiang Nike Ardila menjadi sorotan warganet.

“Dari kecil memang hobbinya nyanyi dan mulai dari kecil suka sama teteh Nike Ardilla,” ujar gadis kelahiran13 Oktober 2002 itu saat ditemui dikediamannya, Selasa (16/11/2021).

Sayangnya karena keterbatasan ekonomi, ia putus sekolah sejak tahun 2017 lalu. Pas duduk di bangku kelas 2 SMP. Sejak itulah dia mulai ikut bernyanyi dari panggung ke panggung. Ia juga pernah juga ikut merantau keluar daerah bersama orangtuanya.

Ayahnya hanya bekerja sebagai petani dan ibunya jualan bakso. Reza pun mengaku tidak percaya videonya akan seviral ini.

Dan jika memang ada yang menawarinya untuk rekaman maka dia akan minta restu ke orangtuanya ..Jika orangtuanya memberikan kesempatan maka akan mengejar cita-citanya sebagai penyanyi.

“Kalau orangtua kasih restu kenapa tidak. kembali lagi ke orangtua. Saya kan ingin membahagiakan orangtua,” tuturnya. Reza juga mengaku sudah komunikasi dengan penyanyi papan atas Melly Goeslow melalui Intanstagram.

Siapa Nike Ardila?

Nike Ardila merupakan penyanyi papan atas tanah air era 1990-an. Namanya cukup dikenal di Indonesia. Kala itu, Nike Ardilla masih berusia 19 tahun dan sosoknya pun masih dikenang oleh para penggemarnya sampai sekarang.

Nike Ardilla juga menghembuskan nafas terakhir saat berada di puncak karirnya.

Pada saat itu, Nike Ardilla tidak hanya dikenal sebagai seorang penyanyi, namun juga model dan pemain film.

Wanita bernama lengkap Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi ini meninggal lantaran kecelakaan mobil.

Diketahui, Nike Ardilla meninggal pada 19 Maret 1995 pukul 05.30 WIB.

Nike Ardilla meninggal setelah mobil yang dikendarainya menabrak beton di jalan Raden Eddy Martadinata, Bandung, Jawa Barat.

Perjalanan hidup Nike Ardilla hingga tutup usia dirangkum Tribun Timur dari TribunStyle.com;

1. Awal karier

Karier Nike Ardilla ternyata berawal dari panggung-panggung kecil.

Nike Ardilla diketahui kerap tampil di panggung-panggung kecil sebelum terjun ke dunia hiburan.

Tak hanya bernyanyi saja, Nike Ardilla juga disebut sering tampil menarikan tarian daerah.

2. Prestasi yang diraih

Nike Ardilla telah mengantongi sejumlah prestasi di usia yang masih sangat muda.

Berkat suaranya yang merdu, wanita kelahiran Bandung itu sempat menjadi Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI.

Selain itu, ia juga berhasil menyabet Juara Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung.

Prestasi itu ia raih saat dirinya berusia 10 tahun.

3. Debut sebagai penyanyi

Nike Ardilla memulai karirnya di dunia tarik suara pada tahun 1986 silam.

Ia merilis lagu berjudul Lupa Diri yang dimasukkan ke album Bandung Rock Power.

Selang satu tahun kemudian, Nike pun merilis album perdananya bersama JK Records.

Namun, album itu gagal rilis lantaran Nike masih belia pada saat itu.

Dua tahun setelahnya, Nike bergabung dengan label Proyek Q Records dan merilis album Seberkas Sinar.

Album ini diproduseri oleh Deddy Dores.

4. karier melejit

Album Nike yang dirilis pada 1989 mencuri perhatian banyak orang.

Sosok Nike sontak mendapatkan popularitas tinggi di tahun 1990.

Bisa dibilang tahun 1990 merupakan masa kejayaan Nike.

Albumnya yang bertajuk Bintang Kehidupan bahkan terjual hingga 2 juta unit pada saat itu.

Tak sampai di situ saja, Nike juga terpilih sebagai GADIS Sampul Favorit.

Wajah Nike hampir setiap hari menghiasi media.

Nike kerap tampil di film, iklan, hingga sampul majalah.

Ia juga rajin merilis album setiap tahunnya.

Album-album itu antara lain adalah Nyalakan Api (1991), Matahariku/Izinkan (1991), Biarlah Aku Mengalah (1992), Biarkan Cintamu Berlalu (1994), Duri Terlindung (Album Malaysia) (1994), Suara Hatiku (1995), Sandiwara Cinta (1995), dan Mama Aku Ingin Pulang (1995).

5. Meninggal di usia belia

Nike meninggal dunia pada 19 Maret 1995 setelah mobil Honda Civic yang ia kendarai menabrak beton di jalan Raden Eddy Martadinata, Bandung, Jawa Barat.

Saat kejadian itu, Nike disebut sedang bersama manajernya, Sofiatun.

Kepergian Nike menyisakan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, namun juga para penggemar.

Sampai saat ini, hari kelahiran dan kematiannya masih diperingati para penggemarnya.

Bahkan, sebuah museum didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat untuk mengenang mendiang.

Barang-barang Nike diketahui tersimpan di museum itu.

Selain itu, museum itu juga menampilkan replika kamar Nike.