KABUPATEN GARUT,-Dalam rangka menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH kembali menyambangi warga Kabupaten Garut, kali ini khususnya warga Cibatu, Sabtu, (21/2/2026).

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai media Sosdap MPR RI tersebut membahas tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI juga Bhineka Tunggal Ika.
Menurut Hoerudin Amin yang juga anggota Komisi X DPR RI, Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan budaya pendidikan Nusantara.
“Pancasila mengandung nilai-nilai yang dapat menjadi landasan bagi pendidikan karakter dan moral bangsa,”urai politisi Partai Amanat Nasional (PAN).
Hoerudin menilai pendidikan karakter dan moral bangsa adalah proses holistik untuk membentuk kepribadian mulia, berintegritas, dan berbudi pekerti luhur berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Tujuannya adalah mengatasi degradasi moral, membangun generasi yang cerdas secara intelektual, serta memiliki karakter kuat.
Dijelaskannya, Pancasila dan budaya pendidikan nusantara memiliki relevansi yang kuat. Beberapa aspek diantaranya, Ketuhanan Yang Maha Esa, dipaparkan Hoerudin, nilai ini mengajarkan pentingnya iman dan takwa kepada Tuhan, yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan agama dan moral.
Aspek lainnya, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab bahwa nilai ini menekankan pentingnya menghargai martabat manusia dan memperlakukan orang lain dengan adil dan sopan, yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan karakter dan sosial.
“Persatuan Indonesia, bahwa nilai ini mengajarkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan kewarganegaraan dan sejarah. Dan aspek Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan bahwa nilai ini menekankan pentingnya demokrasi dan musyawarah, yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan politik dan kepemimpinan,” bebernya.
Ditambah pula, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yakni nilai ini mengajarkan pentingnya keadilan sosial dan kesetaraan, yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan ekonomi dan sosial.
“Budaya pendidikan Nusantara juga memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan Pancasila, seperti Gotong royong, semangat kerjasama dan saling membantu. Selain juga Musyawarah proses pengambilan keputusan bersama. Dan juga tenggang rasa ialah sikap saling menghargai dan menghormati,” terang legislator tiga periode asal Dapil Jabar XI.
“Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan budaya pendidikan Nusantara, kita dapat membangun pendidikan yang lebih holistik dan berkarakter, serta memperkuat identitas bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*Red)

