TASIKMALAYA,-Anggota MPR RI, Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Rabu 17 Juni 2026.
Kegiatan sebagai media Sosdap MPR RI tersebut diselenggarakan dihadapan warga Ciawi Kabupaten Tasikmalaya.
Legislator Fraksi PAN Hoerudin Amin pada kesempatan tersebut memaparkan mengenai nasionalisme Indonesia yang dipandu Pancasila adalah paham kecintaan terhadap tanah air yang berlandaskan nilai-nilai luhur ideologi negara.
Menurutnya, hal ini mengarahkan masyarakat untuk senantiasa menempatkan persatuan, kesatuan, serta keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan, dengan menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan gotong royong.
“Konsep ini memastikan bahwa nasionalisme kita tidak mengarah pada chauvinisme atau rasa cinta tanah air yang berlebihan hingga merendahkan bangsa lain,” tegas anggota Komisi X DPR RI ini.
Hoerudin Amin juga menjelaskan karakter utama nasionalisme Pancasila meliputi Cinta Tanah Air dan Persatuan.
Hal itu dinilainya berakar dari sila ketiga. Oleh sebab itu, sambungnya, nasionalisme Indonesia menolak perpecahan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya.
Adapun nilai kemanusiaan dan ketuhanan yang tumbuh adalah kecintaan pada bangsa diimbangi dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan nilai-nilai moral keagamaan.
Hoerudin juga memastikan bahwa musyawarah dan keadilan sosial merupakan semangat kebangsaan yang bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Adanya kesadaran bahwa individu merupakan bagian dari bangsa yang besar, sehingga mengutamakan solidaritas di atas kepentingan pribadi atau golongan. Begitu juga rela berkorban dengan sikap dan kesiapan untuk mendahulukan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan individu atau kelompok,” jelasnya.
Namun Ia juga menekankan pentingnya sikap toleransi dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan budaya tanpa memandang rendah bangsa lain.
“Karakter khas bangsa kita adalah mendorong masyarakat untuk bekerja sama mencapai cita-cita nasional. Itulah luhurnya semangat gotong goyong,” pungkasnya. (*San)

