BATU BARA,-detiknewsone.com-Proyek bantuan pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidik tahun 2025, untuk Swakelola SMPN 2 Datuk Lima Puluh, sumber dana APBN tahun anggran 2025, di sorot, pasalnya pengerjaan proyek di duga keras dilakukan oleh pihak ke tiga.
Menurut sumber detiknewsone.com yang tidak bersedia disebut jati dirinya mengatakan, Proyek Revitalisasi dikucurkan melalui kementerian pendidikan yang semestinya di kerjakan secara swakelola, namun kenyataannya diduga keras di borongkan ke pihak ke tiga atau kontraktor oleh pihak sekolah UPT SMPN 2 Datuk Lima puluh yang ber-alamat di Dusun V Desa Cahaya Pardomuan, Kecamatan Datuk Lima puluh Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara.
“Padahal diketahui, program revitalisasi dana pusat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sesuai petunjuk teknis tidak boleh menggunakan jasa pihak ketiga,”ujar Sumber.
Lanjut sumber, pihak sekolah juga di duga tidak transparan dalam menjalankan program revitalisasi dan dalam pengerjaan proyek dikerjakan tidak sesuai dengan juknis yang telah di tentukan oleh Kementerian. Dan dalam plank informasi nilai anggaran proyek tidak dicantumkan dan apa serta jenis pekerjaannya, sehingga terkesan pengerjaan proyek di tutup tutupi.
Sementara Kepala sekolah (Kepsek) SMPN 2 Datuk Lima Puluh, Sulaiman belum lama ini ketika akan dikonfirmasi oleh detiknewsone.com tidak bisa ditemui karena tidak di ada tempat.
Sementara menurut Izi Saat ditemui media ini mengaku sebagai Panitia Pembangunan Satuan Pendidik (P2SP), terkait plank informasi proyek memang seperti itu dari kementerian”Katanya Izi kepada media ini.
Menurut sumber detiknewsone.com yang ber-inisilal J (55), sebagai kepala tukang proyek mengaku hanya mendapat kerjaan satu lokal gedung saja,”kalau pemborong yang ber-inisial AN dia yang borong semua ini.
“kalau ada yang datang bertanya-tanya tentang proyek sekolah ini kata AN berpesan, bilang saja kepala sekolah yang suruh” kata J kepada detiknewsone.com
Sebagai kepala bidang SMPN 2 Datuk Lima Puluh ketika di hubungi detiknewsone.com melalui telpon selulernya di tanya terkait proyek revitalisasi, diam tidak menjawab.
Menurut salah satu warga setempat sebagai pemerhati pendidikan yang tak bersedia disebut identitas dirinya mengatakan, proyek Revitalisasi ini perlu di tinjau ulang serta pengawasan yang serius jika, sangat dikhawatirkan hal ini menjadi preseden buruk bagi pengelolaan dana pendidikan nasional.
Lanjutnya, pemeriksaan peningkatan pengawasan teknis menjadi langkah penting guna memastikan anggaran pendidikan dikelola dengan transparan, akuntabel dan propesional.
Laporan. : Aus.
Editor. : red.

