• Rab. Apr 22nd, 2026

    Diduga Keras SPBU di Kota Tangerang Layani Pengisian BBM Subsidi, ke Motor Tangki Modifikasi 

    Byredaksi

    Apr 16, 2026

    SPBU di Kawasan Kota Tangerang, Foto-M.Erwin

    detiknewsone.com

    KOTA TANGERANG,-Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite kembali mencuat di wilayah Kota Tangerang. Hal ini diduga kuat terjadi  di salah satu SPBU kawasan Kota Tangerang, dengan modus sepeda motor roda dua bertangki modifikasi mengisi BBM hingga 24 liter dalam satu kali transaksi.

    Menurut sumber media ini yang berasal dari salah satu konsumen SPBU yang ditemui di lokasi yang enggan disebut jati dirinya mengatàkan, praktik tersebut sudah berlangsung cukup lama dan terjadi hampir setiap hari.

    “Sudah sering terjadi, bahkan sehari bisa sampai lima kali bolak-balik dengan pengisian penuh 24 liter,”ujar sumber.

    Lanjut sumber, oknum pengendara sepeda motor modifikasi kerap memberikan uang tip kepada operator SPBU setiap kali melakukan pengisian BBM.

    “Temuan ini menimbulkan dugaan adanya praktik penjualan kembali BBM subsidi untuk kebutuhan eceran, yang berpotensi melanggar aturan distribusi Pertalite bersubsidi,”kata sumber.

    Pengawas SPBU Irfan, ketika dikonfirmasi media ini mengakui bahwa pengisian dengan jumlah tersebut sudah biasa dilakukan”Sudah biasa pengisian 24 liter,” ujar Irfan kepada awak media.

    Keesokan harinya, Kamis (16/04/2026) pukul 11.55 WIB, awak media kembali mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi lanjutan. Saat itu, pihak admin SPBU yang bernama Ibu Isti, ketika akan ditemui awak media menolak pihak operatornya melakukan praktik tersebut.

    Namun setelah awak media menunjukkan rekaman video sebagai bukti, dugaan pelanggaran tersebut akhirnya diakui memang benar terjadi. Ironisnya, pihak manajemen dan pengawas dinilai terkesan menutup mata atas temuan hasil investigasi yang dilakukan jurnalis Riski.

    Menurut warga setempat, praktik pengisian dalam jumlah besar ke kendaraan modifikasi seperti ini dinilai berpotensi membuka ruang penyalahgunaan BBM subsidi untuk dijual kembali secara eceran di warung kelontong maupun kios sembako.

    Lanjut warga, akibatnya masyarakat umum yang antre untuk kebutuhan pribadi kerap dirugikan karena stok BBM cepat habis dan tidak kebagian. Warga berharap pemerintah pusat, Pertamina, serta instansi pengawas terkait segera memperketat pengawasan terhadap SPBU yang diduga melanggar aturan distribusi BBM subsidi.

    “Jangan sampai masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan Pertalite karena ulah oknum tertentu, kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pihak Pertamina untuk menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan BBM subsidi yang merugikan masyarakat luas”keluh warga.

    Penulis :Muhamad Erwin S,T

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *