• Sel. Jun 30th, 2026

    Wabup Kab Pesibar Zulqoini Syarif: Konflik Harimau Sumatra dan Warga Perlu Penanganan Serius

    Byredaksi

    Jan 8, 2025

    Wakil Bupati Kab Pesibar Zulqoini Syarif didampingi perwakilan Polres Pesibar dan Kodim 0422/LB, saat rapat evaluasi penanganan konflik harimau Sumatera dan warga, Rabu, (8/1/2024). Foto: doc.Diskiminfotiksan Pesibar

    PESISIR BARAT,-detiknewsone.com,- Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), A. Zulqoini Syarif, S.H., memimpin rapat evaluasi pelaksanaan penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar Harimau, di ruang rapat Bupati Lantai 4 Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Rabu, (8/1/2024).

    Kegiatan tersebut dihadiri juga Pj. Sekda, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Audi Marpi, S.Pd., M.M., Unsur Porkofimda, Kepala Kantor Kesatuan Pengelola Hutan Pesibar, Dadang Trihanahadi, Wildlife Corsevation Society (WCS),Tabah, OPD,. Camat, Peratin Pelita Jaya Kecamatan Pesisir Selatan, dan Peratin Rawas Kecamatan Pesisir Tengah.

    Wakil Bupati, Zulqoini Syarif mengatakan, bahwa upaya penanganan Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatra) yang muncul dan meresahkan masyarakat Pesibar akan terus dilakukan dengan serius.

    “Keberadaan satgas akan terus dimaksimalkan, bahkan penambahan kamera pantau di titik-titik strategis dan pemantauan dan penambahan pemasangan kandang jebak akan di upayakan,” ungkap Wakil Bupati.

    Zulqoini Syarif juga mengatakan, terkait kandang jebak juga akan terus dimaksimalkan, serta umpan yang dipasang pada kandang jebak akan terus diganti secara berkala untuk menarik perhatian satwa tersebut.

    “Keberadaan Satgas juga akan membentuk tim patroli hewan liar yang melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait, dengan tujuan untuk menggiring harimau liar tersebut kembali ke habitat alaminya,” pungkas  Zulqoini Syarif.

    Sementara itu Pj. Sekda, Jon Edwar menekankan, pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait cara-cara menghindari bahaya dari harimau liar dan tindakan yang tepat jika bertemu dengan satwa tersebut.

    Program edukasi ini akan terus dilaksanakan selama operasi Satgas belum berhasil sepenuhnya menyelesaikan masalah ini.

    “Selain itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta untuk segera menyampaikan mengenai SOP penanganan hewan liar, terutama terkait langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi konflik antara manusia dan satwa liar,” tegas Pj. Sekda, Jon Edwar.

    Dalam kesempatan yang sama pihak Satgas memastikan bahwa kegiatan Satgas akan tetap menggunakan tiga posko utama yang sudah disiapkan sebelumnya, yakni Posko di Pekon Rawas Kecamatan Pesisir Tengah, Krui Selatan, dan Pesisir Selatan.

    Laporan.    : TF.
    Editor.         : red.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *