• Rab. Mei 13th, 2026

    GIN Tegaskan Urgensi Pendidikan Remaja Perempuan, Tandai Milad ke-9 dengan Peluncuran Roadshow Nasional 2025

    Byredaksi

    Nov 28, 2025

    Acara Milad Ke-9 GIN, Foto-red

    JAKARTA,-detiknewsone.com-Di tengah derasnya penetrasi teknologi yang mengubah cara berpikir dan berperilaku generasi muda, Gerakan Ibu Negeri (GIN) menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan perlindungan bagi remaja perempuan. Penegasan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi yang dirangkai dengan Milad ke-9 GIN di Jakarta, mengusung tema “Langkah Cinta, Remajaku Cantik, Tangguh dan Mulia”.

    Dalam kegiatan tersebut, dr. Dewi Inong Irana dan Retno Suminar Strangenge hadir sebagai pemateri. Keduanya membahas isu-isu krusial seperti kesehatan reproduksi, tekanan psikologis remaja, serta tantangan pembentukan karakter di tengah budaya populer yang sangat mempengaruhi gaya hidup generasi Z. Sejumlah siswi dari berbagai sekolah menengah mengikuti sesi edukasi tersebut.

    Ketua Umum GIN, Neno Warisman, menilai bahwa remaja perempuan saat ini menghadapi tekanan yang jauh lebih kompleks dari pada generasi sebelumnya. Ia menyoroti paparan media sosial tanpa filter, gempuran tren hidup instan, serta pola pergaulan yang semakin longgar sebagai faktor yang membuat remaja mudah kehilangan orientasi.

    “Banyak anak perempuan hari ini terhanyut dalam arus yang membuat mereka gamang dan sulit mengenali jati diri. GIN ingin hadir untuk menuntun mereka kembali pada nilai yang kokoh, karena perempuan muda memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa,” ujar Neno.

    Ia juga menyoroti meningkatnya persoalan psikologis, pergaulan bebas, dan risiko penyimpangan perilaku yang kini lebih mudah mengincar remaja. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dijawab dengan pendekatan represif, melainkan dengan edukasi yang membekali pemahaman dan ketangguhan mental.

    Sebagai langkah konkret, GIN meluncurkan roadshow edukasi 2025 yang akan digelar di sejumlah daerah. Program tersebut mengajarkan pemahaman tentang tubuh dan seksualitas, relasi sehat, serta cara menghadapi dinamika perilaku lawan jenis. Pengetahuan ini dianggap krusial agar remaja mampu membuat pilihan yang aman dan bertanggung jawab.

    “Remaja perempuan perlu mengetahui batas diri, memahami cara menjaga keselamatan pribadi, dan belajar membangun relasi yang sehat, baik dalam pertemanan maupun ketika kelak memilih pasangan,” jelasnya.

    Selain pendidikan karakter, GIN juga memperkuat aspek pemberdayaan melalui pengenalan keterampilan wirausaha. Remaja didorong mengeksplorasi potensi diri, mulai dari kuliner, seni, kerajinan, hingga skill digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

    “Kami ingin para remaja sadar bahwa mereka punya banyak potensi. Jika satu minat tidak cocok, mereka bisa mencoba bidang lain hingga menemukan panggilannya,” tambah Neno.

    Memasuki usia sembilan tahun, GIN menyusun agenda jangka panjang menuju milestone 2045. Gerakan ini diperkuat dengan kolaborasi lintas sekolah, lembaga kemanusiaan, hingga instansi pemerintah untuk memastikan program edukasi berjalan berkesinambungan.

    “Tujuannya bukan hanya menjawab fenomena sosial hari ini, tetapi membangun landasan yang konsisten untuk mencetak generasi perempuan yang kuat menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.   (***/red)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *