• Sab. Jul 18th, 2026

    Warga Desa Tali Air Permai, Cemas Tertimpa Menara Bak PAMSIMAS Kondisi Miring, Minta Perhatian Pemkab Batu Bara

    Byredaksi

    Jul 18, 2026

    Bak Penampungan Air Bersih Program PAMSIMAS Sudah Miring, di Desa Dusun IV Desa Tali Air, Kec Nibung, Sumatra Utara, Foto-aus

    detiknewsone.com

    BATU BARA,-Sejumlah warga di dusun IV Desa Tali Air permai Kecamatan  Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatra Utara, sehari-hari dalam bayang-bayang ketakutan. Pasalnya, bangunan menara bak penampung air bersih dari program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), kondisinya sudah miring dan terancam roboh menimpa permukiman penduduk, Jum’at (17/07/2026).

    Kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa ini dilaporkan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada tindakan nyata dari pihak terkait. Meski aliran air dari fasilitas tersebut saat ini masih aktif digunakan, penurunan struktur tanah dan rapuhnya pondasi membuat kemiringan menara kian hari kian ekstrem. Lokasi menara yang berdiri persis di sebelah rumah-rumah warga membuat situasi ini layaknya seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja, terutama saat hujan lebat atau angin kencang.

    Menurut penuturan perwakilan warga setempat, yang ber-inisial RD  masyarakat sudah berulang kali mengadukan masalah ini kepada Pemerintah Desa. Namun, respons yang didapat selalu sama: pihak desa mengaku sudah meneruskan laporan ke tingkat Kabupaten dan mengajukan proposal perbaikan, tetapi hingga detik ini tidak kunjung ada realisasi.

    “Kami sudah tidak tahu harus mengadu ke mana lagi. Laporan ke Desa sudah sering, katanya sudah buat proposal ke Kabupaten, tapi sudah bertahun-tahun dibiarkan begini. Kalau menara ini ambruk dan menimpa rumah kami, siapa yang mau bertanggung jawab atas nyawa warga…?” ujar RD dengan nada kesal.

    Warga khawatir jika beban air yang terus diisi ke dalam tandon penampung akan mempercepat patahnya tiang penyangga utama. Mengingat taruhannya adalah keselamatan publik, warga mendesak pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas PUPR, hingga Kementerian Pekerjaan Umum pusat untuk segera turun tangan.

    Masyarakat meminta adanya langkah darurat, baik berupa pembongkaran struktur yang miring secara aman menggunakan alat berat, maupun perbaikan total pondasi sebelum jatuh korban jiwa akibat kelalaian birokrasi ini.  (aus)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *