Acara Pengukahan Paskibraka Tahun 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto (tengah),Foto-ist
BOGOR-Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkap kisah inspiratif di balik Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bogor Tahun 2026. Di antara putra-putri terbaik yang terpilih, terdapat anggota yang berasal dari keluarga petani hingga seorang anggota yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak usia remaja.
Kisah tersebut disampaikan Rudy saat pengukuhan Paskibraka Kabupaten Bogor Tahun 2026 yang akan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Rudy mengatakan, para anggota Paskibraka berasal dari berbagai latar belakang kehidupan. Mereka terpilih melalui proses seleksi dan pembinaan untuk mendapatkan kepercayaan menjalankan salah satu tugas penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
“Kalian berasal dari berbagai kalangan. Ada anak petani, anak ketujuh dari tujuh bersaudara. Ada juga seorang putri Paskibraka yang sudah menjadi yatim di usia enam tahun dan piatu di usia 13 tahun. Hari ini mereka menjadi bagian dari petugas Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, perjalanan hidup kedua anggota tersebut menjadi gambaran bahwa latar belakang keluarga maupun tantangan kehidupan bukanlah penghalang bagi generasi muda untuk meraih prestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka tidak berhenti pada pelaksanaan tugas pengibaran bendera, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat nasionalisme.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri serta seluruh pihak yang telah memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para Paskibraka Kabupaten Bogor hingga siap menjalankan tugas pada 17 Agustus 2026.
“Terima kasih kepada semua pihak, TNI, Polri yang telah membimbing dan melatih para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas tanggal 17 Agustus 2026,” katanya.
Rudy menegaskan, tugas Paskibraka merupakan amanah yang memiliki makna besar. Para anggota Paskibraka tidak hanya menjalankan prosesi upacara, tetapi membawa simbol negara dan mewakili masyarakat Kabupaten Bogor.
“Bertugaslah, gerakkanlah cipta, rasa, karsa, dan karya kalian. Bahwa tugas ini bukan sekadar upacara, kalian membawa simbol negara mewakili sekitar 6 juta jiwa lebih masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Ia meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab.
Rudy juga mengingatkan bahwa Sang Merah Putih merupakan simbol perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, keringat, darah, bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, setiap anggota Paskibraka diminta menghayati makna tugas yang mereka emban.
“Kain yang kalian bawa dalam setiap derap langkah kalian adalah simbol kemerdekaan bangsa Indonesia, adalah simbol persatuan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Rudy berharap seluruh anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan penuh disiplin, keikhlasan dan rasa cinta kepada bangsa dan negara, serta membawa semangat tersebut dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka.
“Laksanakanlah tugas dengan sebaik-baiknya. Kibarkanlah Merah Putih di ujung tiang tertinggi dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa merdeka,” pungkasnya. (red)

