• Sel. Jun 30th, 2026

    Sosdap MPR RI, Hoerudin Beberkan Prinsip Allah Maha Esa dan Allah Maha Kuasa

    Byredaksi

    Des 13, 2025

    detiknewsone.com

    KABUPATEN GARUT,-Anggota MPR RI, Muhammad Hoerudin Amin menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Cibiuk Kabupaten Garut, Sabtu (13/12/2025), siang.

    Kegiatan sebagai media Sosialisasi Dapil (Sosdap) MPR RI itu membahas tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.

    Menurut Hoerudin Amin, prinsip Allah Maha Esa dan Allah Maha Kuasa dalam falsafah negara Indonesia terkandung dalam Sila Pertama Pancasila, yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

    “Prinsip ini merupakan dasar negara Indonesia dan merupakan salah satu dari lima sila yang menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia,” tegas Hoerudin yang juga anggota Komisi X DPR RI.

    Kalimat Allah Maha Esa, diungkapkannya merupakan bentuk monoteisme. Prinsip Allah Maha Esa mengandung konsep monoteisme, yaitu kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan yang maha kuasa.

    Selain monoteisme, juga mengandung prinsip kesatuan. Prinsip ini juga dijelaskan Hoerudin mengandung konsep kesatuan, yaitu bahwa Tuhan adalah satu dan tidak dapat dibagi-bagi.

    “Ada pula dari kalimat Allah Maha Esa adalah mengandung Keesaan. Prinsip Allah Maha Esa juga mengandung konsep keesaan, yaitu bahwa Tuhan adalah satu-satunya yang berkuasa dan tidak ada yang setara dengan-Nya,” beber legislator PAN asal Dapil Jabar XI.

    Sementara itu, kalimat Allah Maha Kuasa mengandung beberapa prinsip diantaranya terkait Kekuasaan Tuhan.

    “Prinsip Allah Maha Kuasa mengandung konsep bahwa Tuhan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.

    Disamping itu, kalimat itu mengandung prinsip Kendali Tuhan. Dimana prinsip ini mengandung konsep bahwa Tuhan memiliki kendali atas segala sesuatu dan tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya.

    Serta prinsip Keadilan Tuhan. Yakni prinsip Allah Maha Kuasa juga mengandung konsep bahwa Tuhan adalah adil dan tidak ada yang dapat menandingi keadilan-Nya.

    Oleh sebab itu, Hoerudin menilai iImplikasi dalam kehidupan bernegara adalah adanya pengakuan akan Tuhan.

    “Prinsip Allah Maha Esa dan Allah Maha Kuasa mengandung pengakuan akan adanya Tuhan dan kekuasaan-Nya,” terangnya.

    Dari kalimat Allah Maha Kuasa pun mengandung prinsip ketaatan kepada Tuhan.

    Hoerudin menilai prinsip ini mengandung ketaatan kepada Tuhan dan menjalankan perintah-Nya. Serta mengandung prinsip keadilan sosial. Yakni prinsip Allah Maha Kuasa mengandung konsep keadilan sosial dan perlindungan bagi hak-hak asasi manusia.

    “Dengan demikian, prinsip Allah Maha Esa dan Allah Maha Kuasa dalam falsafah negara Indonesia merupakan dasar bagi bangsa Indonesia untuk menjalankan kehidupan bernegara yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan dan moral,” tutupnya. (***/red)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *