• Jum. Mei 29th, 2026

    Gebrakan Gubernur KDM, Rencana Rekrutmen Besar-Besaran Tamatan SD Jadi Tenaga Teknis

    Byredaksi

    Apr 1, 2026

    Foto Tangkapan Layar Video Ketika KDM Apel Pagi di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (31/3/2026).

    detiknewsone.com

    BANDUNG,-Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), punya program gebrakan baru yang akan berencana membuka rekrutmen besar-besaran bagi tamatan Sekolah Dasar (SD) akan ditempatkan sebagai tenaga teknis lapangan.

    Lanjut KDM, ia akan mengutamakan kerja nyata di lapangan dan  menekankan pembangunan harus teknis, langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Program gebrakan Gubernur KDM tamatan SD akan ditugaskan dilapangan seperti supir ambulan, pengelola irigasi, tukang las, dan petugas kebersihan yang tidak menyaratkan ijazah formal.

    Gubernur KDM ingin mengubah struktur organisasi pemerintah agar lebih efisien dengan prinsip “sedikit yang menyuruh, banyak yang bekerja.”

    Di kesempatan yang sama KDM menyoroti tenaga kerja pemerintah yang terlalu kaku dan terpaku pada gelar dari pada teknis lapangan.

    Manajemen “Pokpek Trak”
    Mulanya, Dedi Mulyadi melabeli dirinya sebagai Gubernur Pinggiran.

    Ia menyatakan komitmennya menjadi Gubernur yang keluar dari sekat-sekat kantor dan lebih memilih hadir di pinggir kali, pantai, hingga hutan demi menyerap kebutuhan riil masyarakat.

    Sebagaimana filosofi Manajemen Sunda “Pokpek Trak”, yaitu kerja nyata di atas kata-kata.

    Dalam hal ini Dedi Mulyadi mendorong untuk lebih mengutamakan pekerjaan teknis daripada sekadar diskusi akademis yang imajinatif.

    Ia pun mencontohkan strategi pengembangan pariwisata di Jawa Barat. Ia menekankan bahwa rakyat tidak butuh kajian pariwisata yang bertele-tele, melainkan penataan kawasan yang estetik dengan ikon lokal seperti penggunaan injuk agar mampu menarik wisatawan domestik secara masif.

    Menurutnya strategi tersebut terbukti membuahkan hasil unik, di mana rakyat kini berperan menjadi “agen promosi” gratis melalui media sosial.

    Ia pun mencontohkan Jawa Barat mendapat berkah alam yang selama 4 tahun terakhir tidak ada kemarau panjang, sehingga pengelolaan saluran air atau irigasi sangat diperlukan.  (red)

    Sumber: Tribun Jabar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *