• Ming. Jun 28th, 2026

    Anggota DPRD Provinsi Jabar Dede Candra: Sekolah Adalah Lokomotif Kemajuan Daerah

    Byredaksi

    Jun 28, 2026

    H. Dede Candra Sasmita (tengah pakai peci putih), S.Ag.,M.Pd.,M.H., dan Istri bersama Kepala SMP Dasuki, S. Ag., Dewan Guru dan Tendik SMP PGRI Cikupa, Tenjolaya Kab Bogor, Foto – SA

    detiknewsone.com

    BOGOR,-Acara pelepasan siswa-siswi SMP PGRI Cikupa di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, ikut hadir anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Dede Candra Sasmita, S.Ag., M.Pd., M.H., dalam kesempatan tersebut  menegaskan, bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam menentukan masa depan generasi muda sekaligus menjadi lokomotif kemajuan wilayah Bogor Barat.Sabtu,  (27/6/2026).

    “Investasi terbaik bagi daerah adalah pendidikan. Dari ruang-ruang kelas inilah lahir generasi yang akan menentukan arah pembangunan Bogor Barat di masa depan,” ujar Dede Candra

    Acara pelepasan berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Turut hadir Camat Tenjolaya, Dr. Apid Junaedi, SSTP, M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas sumber daya manusia di SMP PGRI Cikupa.

    Menurutnya, dedikasi para guru dan tenaga kependidikan tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga berhasil membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    “Saya melihat kualitas SDM guru di SMP PGRI Cikupa sangat luar biasa. Mereka berhasil membangun karakter siswa dengan sangat baik,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala SMP PGRI Cikupa, Dasuki, S.Ag., memberikan pembekalan terakhir kepada para alumnus. Ia mengingatkan agar seluruh lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah menyerah dalam mengejar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    “Jangan pernah berhenti belajar. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara,” pesannya di hadapan para siswa.

    Seluruh rangkaian acara diikuti oleh siswa bersama orang tua dan wali murid sejak awal hingga penutupan. Sekolah mengemas kegiatan dengan memadukan unsur pendidikan karakter, kreativitas, serta kebersamaan keluarga.

    Berbagai penampilan ekstrakurikuler sukses memukau para tamu undangan. Marching Band membuka acara dengan aransemen yang energik, disusul Tari Tradisional Sunda yang menampilkan kekayaan budaya lokal.

    Penampilan Paduan Suara menghadirkan suasana hangat melalui lagu-lagu perpisahan, sementara Drama Musikal mengisahkan perjalanan perjuangan para siswa selama menempuh pendidikan. Nuansa religius semakin terasa melalui penampilan grup Marawis yang mendapat sambutan meriah dari hadirin.

    Namun, puncak acara justru terjadi ketika memasuki prosesi sungkeman.

    Suasana yang semula riuh oleh tepuk tangan dan sorak sorai mendadak berubah menjadi hening. Dalam momen yang menguras emosi, seluruh siswa bersujud di hadapan ibu mereka masing-masing.

    Tangis haru pecah di seluruh ruangan. Para siswa memohon maaf atas segala kesalahan, mengucapkan terima kasih atas kasih sayang dan pengorbanan orang tua, sekaligus memohon doa restu untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

    Tak sedikit orang tua yang tak mampu membendung air mata saat memeluk putra-putri mereka. Momen penuh haru tersebut menjadi penutup yang mengesankan sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi di ruang kelas, tetapi juga oleh doa, cinta, dan pengorbanan keluarga.

    Pelepasan siswa SMP PGRI Cikupa tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi perayaan atas lahirnya generasi baru yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa pendidikan tetap menjadi jalan terbaik menuju kemajuan Bogor Barat.   (sa)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *