Pembangunan Gedung SMA N 1 Yang Terbengkalai di Desa Tali Air Permai, Foto-aus
BATU BARA,-Masyarakat yang berasal dari 12 Desa di Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Pemerintah Kabupaten Batu Bara agar segera melanjutkan pembangunan Gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 1 Nibung Hangus.
Dari pantauan awak media, proyek bernilai miliaran rupiah tersebut diketahui mangkrak dan terhenti total sejak akhir tahun 2023 lalu tanpa kejelasan. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, lokasi yang seharusnya menjadi tempat belajar anak-anak bangsa tersebut tampak terbengkalai dan di tumbuhi rumput semak belukar, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan informasi proyek bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2023 tersebut, sudah sempat dikerjakan skitar lebih 35%, namun karena terhentinya secara tiba-tiba hingga pengerjaan tidak selesai.Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam bagi warga setempat. Keberadaan sekolah menengah atas (SMA) negeri di kecamatan tersebut sudah bertahun-tahun dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Nibung Hangus khususnya Desa Tali air permai.
“Kami dari 12 Desa se-Kecamatan Nibung Hangus sangat kecewa. Pembangunan berhenti sejak 2023 dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda mau dilanjutkan. Kami masyarakat kecil tidak tahu harus berbuat apa” ujar salah seorang tokoh masyarakat tak bersedia disebut namanya yang mewakili suara warga 12 Desa di Nibung Hangus.
Menurutnya, keberadaan SMAN 1 Nibung Hangus sangat krusial di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit saat ini. Selama sekolah ini belum berdiri, anak-anak dari kecamatan tersebut harus menempuh jarak yang sangat jauh ke kecamatan lain hanya untuk bersekolah. Hal ini tentu membebani orang tua dengan biaya transportasi yang tinggi
“Kalau sekolah SMA ini sudah ada, tentu anak-anak kami tidak perlu lagi jauh-jauh sekolah. Ini bisa sangat mengurangi biaya transportasi harian. Apalagi dalam kondisi ekonomi saat ini, uang transportasi itu sangat berarti bagi kami,” tambahnya.
Warga juga meminta secara khusus kepada Pemprov Sumut dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara selaku penanggung jawab anggaran untuk segera merespons aspirasi ini demi masa depan pendidikan di daerah tersebut. (aus)

