Lobang Pondasi Revitalisasi RKB di Biarkan Menganga, Foto-aus
BATU BARA,-Proyek revitalisasi Ruang Kelas Baru (RKB) UPT Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembinaan yang bersumber dari dana Kementerian di Desa Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, memicu polemik dan protes keras dari wali murid. Sabtu (3/10/2026).
Dari investigasi wartawan Proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah tersebut dinilai abai terhadap keselamatan lingkungan setelah membiarkan lubang galian pondasi terbengkalai tanpa pengaman hingga anak-anak siswa menjadi korban
Seorang siswa ber-inisial RK Sekolah Dasar (SD) Negeri 15 yang lokasinya bersebelahan dengan proyek tersebut dilaporkan terperosok ke dalam lubang galian sedalam perkirakan kurang lebih 1/2 mtr meter yang dipenuhi air.
Akibat insiden tersebut, meski tidak ada mengalami luka yang serius hanya sedikit memar di bagian kaki namun pakaian korban basah dan kotor, sehingga belajar nya jadi ter ganggu
Menurut keterangan dari sumber lokasi lubang pondasi bangunan di halaman sekolah tersebut awalnya digali untuk pondasi bangunan baru. Namun, karena pengerjaan dialihkan ke lokasi lain, lubang lama dibiarkan menganga begitu saja tanpa dipasang pagar pembatas ataupun garis pengaman (barikade).
Mirisnya, alih-alih bertanggung jawab atas keselamatan di area proyek swakelola yang dipimpinnya, Kepala Sekolah TK tersebut justru terkesan lepas tangan.
Kepala sekolah TK Fz membantah saat di konfirmasi melalui telepon washap Mengatakan tidak ada murid yang terjatuh”, katanya
berbeda dengan informasi yang di dapat di lapangan
“Pak maaf saya lagi Bintek, setau saya tidak ada murid yang terjatuh di situ”jawabnya
Menurut seorang sumber minta namanya dirahasiakan, “Sikap Kepala Sekolah ini sangat kami sayangkan. Proyek ini kan ada anggaran operasional dan keselamatan kerjanya karena didanai langsung oleh Kementerian. Kenapa ketika ada kelalaian teknis yang mencelakai siswa diabaikan, Ini jelas kelalaian fatal,” ujarnya
Pihak keluarga korban mendesak pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara serta Inspektorat untuk segera turun ke lapangan mengecek proyek swakelola ini. untuk meminta pertanggungjawaban
Ia juga meminta lubang tersebut segera ditutup demi mencegah jatuhnya korban anak-anak lainnya yang lebih fatal.”tegasnya
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah TK terkait belum memberikan keterangan yang lebih jelas dan resmi saat berusaha dikonfirmasi oleh awak media. (aus)

