• Sab. Okt 17th, 2026

    Gas LPG 3 Kg Langka,Harga Eceran  Rp.35 Ribu, Warga Curiga di Duga Kuat Ada Praktek Penyimpangan Distribusi

    Byredaksi

    Okt 17, 2026

    detiknewsone.com

    SUMATERA SELATAN,-Kelangkaan gas elpiji (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon kembali menjadi keluhan masyarakat di wilayah Desa Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jum’at (16/10/2026).

    Gas bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok pengguna yang berhak justru dilaporkan semakin sulit diperoleh. Bahkan, harga jual di sejumlah warung dan toko kelontong disebut mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per tabung.

    Kondisi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat, terutama keluarga kurang mampu yang sangat bergantung pada LPG 3 kg untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

    Menurut sumber media ini berasal dari warga Desa Mulya Guna berinisial TK mengungkapkan, bahwa kelangkaan gas melon telah menjadi persoalan yang sangat meresahkan masyarakat.

    Menurut keterangannya kepada awak media, harga gas LPG 3 kg yang sebelumnya biasa diperoleh sekitar Rp22.000 kini melonjak hingga Rp30.000 bahkan Rp35.000 per tabung,”Gas sekarang susah sekali didapat. Kalaupun ada di warung, harganya bisa Rp30 ribu sampai Rp35 ribu. Bagaimana masyarakat kecil mau membeli kalau harganya terus naik?”ungkap TK

    Masih menurut informasi muncul dugaan adanya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran LPG bersubsidi di wilayah Kecamatan Teluk Gelam. Pasokan gas LPG 3 kg disebut masuk melalui jalur distribusi sebanyak dua kali dalam seminggu, yakni setiap Rabu dan Jumat.

    Namun, masyarakat mempertanyakan mengapa gas bersubsidi tersebut tetap sulit diperoleh meskipun pasokan disebut datang secara rutin.
    Lebih jauh, muncul dugaan bahwa sebagian LPG bersubsidi justru dialihkan kepada pelaku usaha rumah makan yang diduga tidak termasuk kategori penerima subsidi.

    Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima awak media, sejumlah rumah makan yang tergolong memiliki kegiatan usaha cukup besar diduga masih menggunakan LPG 3 kg untuk kegiatan operasionalnya.

    Dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan data distribusi, pengecekan langsung di lapangan, serta permintaan klarifikasi kepada pangkalan, agen, dan pengelola rumah makan terkait.

    Apabila benar terjadi penyimpangan, kondisi ini berpotensi mengurangi ketersediaan gas subsidi bagi masyarakat yang berhak menerimanya.

    Masyarakat berharap Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap distribusi LPG bersubsidi, khususnya di Desa Mulya Guna dan wilayah sekitarnya. Beberapa persoalan yang perlu mendapatkan perhatian antara lain:
    Memastikan jumlah pasokan LPG 3 kg yang dialokasikan ke wilayah Kecamatan Teluk Gelam.
    Memeriksa kesesuaian jadwal dan jumlah penyaluran dari agen kepada pangkalan resmi.   (me)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *